ads

Investasi Emas Dinar : Keuntungan, Kerugian dan Hukum dalam Agama Islam



Membicarakan mengenai emas memang tidak pernah ada habisnya, anda yang ingin investasi emas tentu harus mempelajari berbagai hal terlebih dahulu terkait dengan logam mulia ini. pasalnya meskipun investasi emas mudah dilakukan namun tetap saja akan ada resiko yang dihadapi oleh anda terkait kerugian. 

Jika tidak dipelajari secara baik-baik, bisa jadi anda justru akan mengalami kerugian karena resiko yang dihadapi terjadi. Investasi emas memang mudah dan memiliki resiko rendah namun bukan berarti tidak merugikan sama sekali. Hal seperti ini rasanya mudah jika dipelajari menggunakan logika. 

Membicarakan mengenai emas ada beberapa jenis emas yang harus anda kenali. Ada emas batangan, emas perhiasan dan terakhir dinar emas dan juga dirham. Kali ini kita akan membicarakan mengenai investasi emas dinar, keuntungan, kelemahan serta berbagai pandangan terkait koin tersebut termasuk dalam agama Islam.

Emas Dinar untuk Investasi Emas 

Pertanyaan pertama untuk mereka yang tidak tahu apa itu emas dinar atau koin dinar. Dinar adalah sebuah kepingan koin yang dibuat dari emas dengan standar dan ukuran serta berat yang sudah ditentukan. Koin ini dibuat dari emas murni dan bisa digunakan untuk investasi emas. 

Umumnya untuk 1 dinar emas  bernilai sekitar 4,25 gram dan 22 karat. Saat ini banyak perusahaan serta investor yang menjadikan koin dinar ini sebagai investasi emas yang cukup menjanjikan sama halnya dengan investasi emas batangan.

Mengenai koin dinar yang berharga hanya ada dua koin dinar yang bisa anda percaya dan aman serta dijamin keasliannya. Yaitu antara koin dinar ANTAM serta koin dinar PERURI. kedua cetakan tersebut sudah terbukti banyak digunakan untuk investasi emas karena keasliannya yang bisa dipertanggunjawabkan.

Bagaimana Nilai dari koin dinar ?

Mengenai nilai dari sebuah loin dinar emas, ada beberapa hal yang bisa mengandung aspek diantaranya adalah : 

1.   Dinar Emas sebagai syiar/dakwah Islam
Koin dinar tidak seperti emas batangan yang dicatat merupakan investasi emas sejak jaman dahulu. Namun berbeda dengan koin dinar emas yang memang memiliki sejarah panjang dan berhubungan dengan perdagangan, syiar agama dan juga hukum sebuah agama yaitu agama Islam. 

Bahkan telah disebutkan dalam sebuah hadist yaitu  "Tidak ada kewajiban zakat atas harta emas yang belum sampai 20 dinar. Apabila telah sampai 20 dinar, maka zakatnya adalah setengah dinar. Demikian juga perak tidak diambil zakatnya sebelum sampai 200 dirham yang dalam hal ini zakatnya adalah 5 dirham." 

Jika dikonversikan kembali maka 1 dinar = 4,25 gram, sehingga untuk  20 dinar = 85 gram emas )  dan ( 1 dirham = 2,975 gram, jadi 200 dirham = 595 gram perak ) 

 "Dipotong tangan seorang pencuri pada pencurian seperempat dinar ke atas." (HR. Bukhari) 
Lantas pertanyaannya apakah nilainya pergram bukan per rupiah ? Jawabannya per gram. Mengingat seperti yang dikatakan bahwa dinar sejak jaman dahulu hanya ternilai karat dan gramnya saja. Sedangkan untuk mata uang baru ada sekarang ini. 

Ketika jaman dulu dimana pedagang berbagai negara masih berkumpul mata uang yang digunakan adalah koin dinar serta barter barang dan belum menggunakan mata uang. Hal inilah yang menyebabkan dinar menggunakan konversi gram. 

Membicarakan mengenai koin dinar emas. Sebenarnya dinar besar kaitannya dengan hukum agama Islam dan berbagai kaitannya. Mengingat dirham dab dinar adalah mata uang yang digunakan sejak awal Islam hingga berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924. 

Tak heran mengapa dinar sangat erat kaitannya dengan Islam. Selain itu penggunaan dirham sama seperti dinar. Namun memiliki nilai yang jauh berbeda. Dimana Dirham digunakan sebagai alat transaksi perdagangan dan juga membayar zakat dan denda (diyat).

Sedangka  untuk dinar dan dirham, standarisasinya mengikuti apa yang dihadistkan oleh Rasulullah SAW. Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah" (HR. Abu Daud).

Jika dinar hadir di tengah kerajaan Islam yang berkembang dan pemerintahan banyak Khalifah. Berbeda dengan dirhan yang sudah ada sejak Islam hadir. Simana dirham memiliki kesamaan dengan uang Romawi yaitu drachma. Dengan menggunakan bahan perak dirham dianggap sama bergunanya dengan dinar yang menggunakan bahan utana emas. 

Dinar emas menurut Hukum Syari’ah Islam sendiri emas dinar ataupun dinar emas terbagi menjadi beberapa yang bisa anda akses yaitu : 
Dinar ANTAM
Dinar Wakala Induk Nusantara
Dinar First

Dinar Di Agama Islam

Membicarakan mengenai dirham, jauh sebelum adanya jaman Nabi dan masih kaum jahiliyah, Makkah telah melakukan perniagaan yang menggunakan system penjualan berbeda. Namun niaga Makkah sendiri sudah hidup dan ada di berbagai tempat (QS Quraisy). 

Kota Makkah telah dipilih sebagai pusat transit perdagangan serta terhubungbaik antara jalur sutera laut dan jalur sutera darat sejak berabad-abad bahkan hingga saat ini. Alasan besar inilah yang menyebabkan banyak penduduk telah mengenal timbangan seperti ratl, uqiyah, nasy, nawah, mitsqal, danaq, qirath dan habbah. 

Dulu jual beli sudah diadakan maka alat tukar bernilai atau biasa disebut uang sudah jelas ada. Namun dulu mereka menggunakan emas dan juga perak yang dikenal dengan sebutan dinar dan dirham. Seperti yang sudah dinyatakan  oleh Imam Suyuthi dalam Kitab Ad-Durrul Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur mengutip sebuah riwayat yang menyatakan bahwa manusia pertama yang menggunakan dinar dan dirham adalah Nabi Adam AS. 

Buku ini telah dibuat dalam sebuah buku dengan Jilid I hal.326 yang telah disusun oleh Imam Jalaluddin Suyuthi mengatakan dan dikeluarkan oleh Ibn Abi Syuibah dalam Kitab Al-Mushonnaf).

Sebenarnya dalam terminologi Islam, uang sendiri merupakan sebuah alat barter, tolok ukur, serta sarana perlindungan kekayaan. Selain itu uang juga bisa digunakan untuk pembayaran hutang dan pembayaran tunai. 

Membicarakan mengenai pasar Islam ataupun muamalah uang yang dimaksud disini adalah emas dan perak atau dalam Islam dikenal dengan sebutan dinar dan dirham yang murni. Uang sendiri merujuk pada fuqaha tradisional yang menyatakan uang bahwa penggunaan dinar dan dirham untuk menjadi alat bayar.

Dimana pada jaman nabi, mereka berpendapat bahwa Allah SWT menciptakan emas dan perak untuk menjadi dua mata uang yang dapat dijadikan tolok ukur nilai. Iman Al Ghazali berkata telah menuliskan mengenai alat tukar, “Di antara nikmat Allah Ta’ala adalah penciptaan dinar dan dirham, dan dengan keduanya tegaklah dunia. Keduanya adalah batu yang tiada manfaat dalam jenisnya, tapi manusia sangat membutuhkan kepada keduanya”.

Selain itu ada Ibnu Qudamah berkata, “Sesungguhnya harga emas dan perak adalah nilai harta dan modal dagang, yang dengan itu terjadilah mudharabah dan syirkah, dan ia diciptkan untuk itu. Maka disebabkan keasliannya dan penciptaannya terjadilah perdagangan yang dipersiapkan untuknya”.


Kelebihan dan Kekurangan Koin Dinar Emas

1. Koin dinar dinyatakan bukan hanya untuk investasi emas saja melainkan bisa digunakan untuk nilai dakwah agama Islam. Karena jika dilihat dari aturannya, sebenarnya penggunaan dinar dirham merupakan bagian dari syariat Islam itu sendiri.

2. Di Indonesia, koin dinar dianggap layaknya perhiasan dan juga simpanan untuk investasi emas, sehingga dikenakan PPN 10%.

3. Nilai jual untuk dinar ataupun dirham sebenarnya cukup tinggi, Dimana fakta yang perbedaan antara harga jual dan beli hanya sekitar 4%.  Investasi emas sendiri memilih dinar karena memang menyukai perbedaan tersebut karena dianggap menguntungkan.

4. Namun ini hanya berlaku sesama pengguna atau di komunitas saja bukan untuk dijual ke tempat umum. Makannya investasi emas dengan menggunakan dinar berjalan pada komunitas itu-itu saja.
5. Koin dinar dianggap memiliki sifat unit account, maksudnya adalah dinar mudah dibagi, dikali, dijumlah dan dikurangi, sehingga perhitungan akan sangat akurat terutama untuk anda yang ingin Investasi emas. Misalnya jika anda memiliki koin dinar 12 kemudian anda menjualnya 1 koin maka tersisa 11 koin yang anda miliki.

6. Biaya cetak untuk koin dinar sebenarnya masih tinggi, sehingga faktor ini pada harga jual koin dinar itu sendiri. Prosentasenya sekitar 3-5% dibandingkan dengan harga jual koin dinar.

7. Liquid, merupakan kelebihan selanjutnya yang dimiliki oleh koin dinar. Sesama pengguna/komunitas koin dinar transaksi yang dilakukan sangatlah gampang dan juga sering. Namun untuk di toko emas sendiri cukup sulit dijual ataupun di gadai bank syariah, harga gadainya sedikit lebih rendah. Hal ini dikarenakan minat masyarakat untuk investasi emas menggunakan dinar masih rendah.

benarkah koin emas bung karno ada?


logoblog

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Investasi Emas Dinar : Keuntungan, Kerugian dan Hukum dalam Agama Islam"

Posting Komentar